Polygon Kok Makin Mahal ya………
Harga bahan bakar fosil yang melambung membuat berbagai produk dengan cepat ikut-ikutan menyesuaikan harga. Padahal harga BBM yang didistribusikan oleh Pemerintah lewat SPBU belum naik. Memang beberapa waktu yang lalu BBM untuk industri naik. Tapi kenaikan beberapa barang-barang ada yang melebihi kewajaran. Contohnya sepeda.
Beberapa bulan yang lalu (sekitar 6 bulan), saya membeli sepeda Polygon seri Xtrada dengan harga banderol Rp 1.990.000 dan setelah didiskon jadi Rp 1.875.000. Lha tadi pagi saya dikabari temen dari Jogja kalo harga Polygon Xtrada sekarang harganya sampai Rp 2,5 jt an. Weleh-weleh.
Sepertinya produsen ingin meraup untung yang banyak dengan menaikkan harga cukup tinggi, padahal permintaan akan sepeda akhir2 ini semakin meningkat. Kita lihat saja disekitar kita, semakin banyak orang bersepeda mulai dari anak sekolah, buruh, pekerja kantoran. Selain itu semakin banyak komunitas2 bersepeda dibeberapa tempat. Mulai yang BTW (Bike to Work) sampai orang yang bener2 hobi bersepeda sekaligus berolah raga.
Fenomena ini cukup menggembirakan ditengah isu Global Warming paling tidak mulai ada kesadaran dari masyarakat untuk mengurangi emisi kendaraan bermotor. Sayang upaya ini tidak didukung oleh Produsen dan Pemerintah yang bila memungkinkan dilakukan subsidi terhadap pembelian sepeda.
Bagaimana tidak, dalam tempo yang tidak terlalu lama, harga sepeda naik secara fantastis.
Ayo pak Presiden dan Produsen Sepeda, kita sukseskan program “let’s go green & save the earth”.
-
Terkini
- Mau Kemana Partai Islam?
- Menyikapi BLT
- Sebuah nasehat untuk Mahasiswa dan Mantan Pejabat…
- Demonstrasi bukan Metode Salafush Shaleh
- Pak Tua…Kau Masih Bekerja…
- Anak suspect Enterovirus 71 (EV 71) di RSCM
- virus mematikan menyerang anak di China
- Polygon Kok Makin Mahal ya………
- Koneksi Internet pakai AXIS
- Praktek Ruqyah yang menyimpang (dari alhujjah.wordpress.com)
- Isu tentang AXIS memakan korban…..
- Bismillah….semoga bermanfaat…
-
Tautan
-
Arsip
- April 2009 (1)
- Mei 2008 (10)
- April 2008 (1)
-
Kategori
-
RSS
RSS Entri
Komentar RSS